Tampilkan postingan dengan label Leak Koestiya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leak Koestiya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Lentera dari Medaeng

LEAK KOESTIYA

GELAP bisa menyergap siapa saja secara tiba-tiba. Gelap juga bisa disebabkan apa saja. Listrik padam, rembulan tertutup ilalang, atau bintang-bintang yang tibatiba menghilang karena terhalang mega. Tapi, gelap jenis begini adalah gelap dalam kategori biasa. Artinya, ketika di sebuah tempat atau ruangan sedang gelap, sebenarnya ada banyak hal yang masih bisa kita lakukan. Malah, bagi sebagian orang, gelap justru unsur teramat penting untuk membangun romantika. Tentu itu jenis gelap yang disengaja. Sebab, dalam gelap toh masih bisa saling raba...

Musim Coblosan Masih Jauh

Leak Koestiya

Kekuasaan bisa seperti air laut. Begitu banyak orang kecebur dan karena itu pula para penenggak kekuasaan cenderung kehausan lalu ingin nambah dan nambah lagi. Fenomena haus dan ingin terus nambah itu seperti kian menjadi-jadi. Sialnya, kita malah seperti tidak ambil pusing pada penyakit para pemilik jabatan yang sesungguhnya sangat merugikan itu.

Nyabiladiong

Leak Koestiya

Judul ini bukanlah apa-apa. Bukan gabungan suku kata yang dipungut dari tempat terpencil yang jauh dan asing. Ia cuma sebuah ungkapan yang belakangan semakin sering kita dengar: nyambung bila diajak ngomong. Biar kesannya aneh, lantas saya pendekkan. Sesungguhnya, nyabiladiong adalah kebutuhan primitif yang sejak dulu juga ada. Cuma, tidak semendesak sekarang.

Rabu, 06 Juli 2011

Rakyat Tak Perlu Kecewa

Leak Koestiya

Hari-hari ini seperti menjadi momen terbaik untuk menunjukkan bahwa kita sebagai rakyat dan bapak-bapak anggota DPR sebagai wakilnya adalah dua hal yang berbeda. Meski sulit diterima akal, itulah kenyataannya. Rakyat antre beras! Berdiri berjejer memanjang di siang yang panas untuk sekadar bisa membeli beberapa kilogram beras berkualitas kurang baik dengan harga murah.

Nyabiladiong

Leak Koestiya

Judul ini bukanlah apa-apa. Bukan gabungan suku kata yang dipungut dari tempat terpencil yang jauh dan asing. Ia cuma sebuah ungkapan yang belakangan semakin sering kita dengar: nyambung bila diajak ngomong. Biar kesannya aneh, lantas saya pendekkan. Sesungguhnya, nyabiladiong adalah kebutuhan primitif yang sejak dulu juga ada. Cuma, tidak semendesak sekarang.

Musim Mencari Sekolah

Musim durian baru saja berlalu. Kalau toh di pinggir-pinggir jalan masih kita jumpai ada satu-dua pedagang kaki lima yang menggantungkan durian dagangannya, pastilah itu durian terakhir yang tersisa di musim kali ini. Musim sedang berganti.

Musim Coblosan Masih Jauh

Leak Koestiya

Kekuasaan bisa seperti air laut. Begitu banyak orang kecebur dan karena itu pula para penenggak kekuasaan cenderung kehausan lalu ingin nambah dan nambah lagi. Fenomena haus dan ingin terus nambah itu seperti kian menjadi-jadi. Sialnya, kita malah seperti tidak ambil pusing pada penyakit para pemilik jabatan yang sesungguhnya sangat merugikan itu.

Lentera dari Medaeng

LEAK KOESTIYA

GELAP bisa menyergap siapa saja secara tiba-tiba. Gelap juga bisa disebabkan apa saja. Listrik padam, rembulan tertutup ilalang, atau bintang-bintang yang tibatiba menghilang karena terhalang mega. Tapi, gelap jenis begini adalah gelap dalam kategori biasa. Artinya, ketika di sebuah tempat atau ruangan sedang gelap, sebenarnya ada banyak hal yang masih bisa kita lakukan. Malah, bagi sebagian orang, gelap justru unsur teramat penting untuk membangun romantika. Tentu itu jenis gelap yang disengaja. Sebab, dalam gelap toh masih bisa saling raba...

Komedi tentang Presiden

Kolom Leak Koestiya
Senyum atau tawa sebenarnya menyehatkan. Sepanjang, senyum atau tawa itu muncul dari humor yang dibuat tanpa tendensi untuk menyakiti. Di saat suasana lagi sumpek dan menegangkan, humor sebenarnya makin kita butuhkan. Tapi, dalam situasi seperti itu, humor juga harus dibuat dengan segenap kehati-hatian. Sebab disaat orang sedang sensi banyolan juga bisa memancing ketersinggungan dan bahkan kemarahan. Apakah benar ada jenis humor yang menyakiti itu?

Johnny Ringo Jatinangor

Leak Koestiya

Perlu sebuah kekuatan untuk melihat tayangan di televisi dan membaca berita penyiksaan para praja IPDN di Jatinangor. Kita juga perlu kekuatan lain untuk bisa menerima kenyataan bahwa nyawa para praja yang melayang karena ditendang, disaduk, diinjak, dipukul, ditempeleng, dikepruk, dikeroyok, dan dihajar ramai-ramai telah begitu banyak jumlahnya.

Jeda

Leak Koestiya

Jaya Suprana pernah mencoba memberi pelajaran tentang arti penting sebuah jeda. Bos Jamu Jago ini menyelipkan esensi empty space di awal konser pianonya yang digelar pada awal tahun sembilan puluhan di Semarang. Waktu itu, ketika hall pertunjukan telah hening dan semua audience telah siap menerima alunan denting piano, Jaya Suprana memecah keheningan ruangan dengan satu pencetan tuts piano saja. Setelah itu, berhenti. Ruangan jadi hening seketika untuk beberapa lama, penonton pada bertanya-tanya.

Jangan Sebut Ini Musibah

Leak Koestiya

Ini adalah iklan agak lama yang dimuat di harian Wall Street Journal. Pemasangnya adalah maskapai tetangga dekat kita, Singapore Airline (SIA). Dalam iklan itu digambarkan, ada seorang gadis kecil sedang meniup lilin ulang tahun di atas kue tar. Lilin itu ada lima. Artinya, gadis imut tersebut sekarang telah berusia lima tahun. Kalau tak salah dalam iklan itu tertulis pesan, "Bagi Kami, Ini Adalah Ulang Tahun Terakhir."

Banjir Buatan Jakarta

Leak Koestiya

Setelah berbagai sudut negeri ini disiram aneka musibah, kini giliran kualitas ketabahan orang Jakarta mendapatkan ujian. Sungguh, tak ada yang menginginkan sebuah musibah, apa pun bentuknya, terjadi lagi di negeri ini.

Kamis, 23 Juni 2011

Yang Muda Yang Bahagia

Oleh: Leak Koestiya

Tulisan ini mungkin bisa dijadikan gambaran kasar tentang remaja-remaja kita sekarang. Saya comot dari thread-nya Deviass di kaskus.us, sebuah komunitas dunia maya. Lontaran tema tentang Gaya Anak Muda Kita Sekarang ini mendapat respons yang luar biasa. Telah di-view oleh para maniak internet tak kurang dari 17.000 kali dan mendapat tanggapan begitu meriah di forum Life Style.

Pesta Imlek

Oleh: Leak Koestiya

Saya penggemar berat Jackie Chan dan Kho Ping Hoo. Di layar lebar, Jackie Chan adalah pendekar cerdik yang kedua kaki dan tangannya bisa bergerak menyerupai kipas angin dan kelenturan tubuhnya seolah tanpa tulang belakang. Elastis seperti permen karet, lincah, lucu, serta tak pernah kehabisan gerak karena kelelahan.

Mencari Cara untuk Turun

Kolom Leak Koestiya

Sejarah kita menyodorkan sketsa rumit bahwa proses untuk naik menjadi presiden dan turun dari takhta Istana Merdeka ternyata bisa menjadi dua hal yang sama-sama serunya. Para pemimpin di negeri ini sungguh selalu melewati cara yang sulit, malah kadang menyakitkan, ketika harus turun dari kursi yang didudukinya manakala datang akhir masa jabatannya.

Mari Bicara Cinta

Oleh: Leak Koestiya

Rumahku hanya kecil saja, tapi begitu hebat dalam merangsang fantasiku. Tak terhitung berapa banyak khayalan tentang keindahan kubayangkan hadir di dalamnya. Dari berbagai imajinasi itu, yang paling sering menggoda adalah sebuah taman bunga. Meski sadar bahwa keinginan tersebut muskil adanya karena sisa tanah memang tak ada, tapi apa boleh buat?

Kita Sedang Menunggu

Oleh Leak Koestiya

Ada sejenis pertunjukan yang harus kita yakini kurang baik mutunya, dari waktu ke waktu terus diulang, namun kita semua gagal memperbaikinya. Sebenarnya, ia cuma semacam adegan pendek, tapi sungguh aduhai memikatnya. Sebab, dari di situlah watak dan karakter asli kita jadi jelas terlihat: tak mau tahu artinya urutan, takut keduluan, suka main serobot, dan tidak toleran. Meski setelah menyerobot, tak jelas juga apa yang harus dilakukan. Semangat untuk sekadar menyerobot itu ternyata telah begitu menggiurkan.

Bapak Kita daripada Soeharto

Oleh: Leak Koestiya

Apakah Pak Harto harus diadili? Atau, sebaiknya kita ampuni saja? Tak usah kita perdebatkan sekarang. Tak penting, terlebih bagi Pak Harto sendiri. Bukankah ketika Pak Harto sedang sehat, bicaranya masih daripada lancar terkendali, masih bisa main golf, dan masih kuat berjalan sendiri ke kantor pengadilan, justru pengadilan kita yang memble seperti didera stroke parah?

Perasaan Tidak Bersalah

Oleh: Leak Koestiya

Setelah diterbangkan dari Manado ke Jakarta, Vonnie Anneke, bupati keren dari Minahasa Utara, kini harus duduk manis dengan segenap ketabahan sebagai seorang pesakitan. Menjalani persidangan pengadilan tindak pidana korupsi karena diduga merugikan negara Rp 4 miliar dalam kasus proyek pembangunan Bandara Kutai Kartanegara.